Menurut penyelidikan Lim, anggota inti Unit 9420 berasal dari unit-unit perang biologis yang sudah terbentuk seperti Unit 731 di Harbin, China, unit-unit lain di Nanjing, dan di Jepang sendiri. Pada puncak kejayaannya, unit tersebut memiliki lebih dari 1.000 personel, menjadikannya pasukan perang biologis terbesar di luar kawasan China.
Seorang mantan anggota Unit 9420, Ryomei Taikai, mengingat bahwa dirinya pernah memelihara tikus di sebuah sekolah di Kuala Pilah di Semenanjung Malaya bagian tengah, dan mengangkut sejumlah besar tikus dari Jepang. "Di dalam ruang kargo pesawat pengebom, kandang-kandang (yang berisi tikus) ditumpuk seperti gunung," katanya.
Lim dan Wang juga telah menyelidiki jejak-jejak eksperimen terhadap manusia di Asia Tenggara dalam Unit 9420 dan lainnya.
Catatan kriminal perang di Arsip Nasional Inggris menunjukkan empat tentara Jepang meracuni para tawanan di area yang kini menjadi Malaysia untuk mengamati kematian mereka. Arsip Nasional Australia menjabarkan bagaimana para perwira Jepang di Papua Nugini membuat 13 tawanan perang melewati eksperimen antimalaria dan kelaparan selama 60 hari, dan enam di antaranya meninggal.
Foto yang diabadikan di Harbin, Provinsi Heilongjiang, China timur laut, pada 13 Agustus 2025 ini menunjukkan bukti baru Unit 731 yang diungkap di Aula Pameran Bukti Kejahatan yang Dilakukan oleh Unit 731 Tentara Kekaisaran Jepang. (Carapandang/Xinhua/Wang Song)
KEMANA KUTU ITU DISEBARKAN?